February 22, 2008 by yohanesimmanuel
Confusius berkata, “Tidak ada seorangpun yang mengerti saya.”
Tzu Kung berkata, “Apa yang kamu maksudkan dengan ‘tidak ada seorangpun yang mengerti saya’?”
Confusius berkata, “Saya tidak mengeluh terhadap Surga, tidak bertengkar dengan manusia. Saya belajar dari tingkat yang paling dasar dan sedikit demi sedikit bergerak ke yang berada diatas. Siapa yang mengerti saya? Surga mengerti.
No Comment.
Tags: philosophy, confusius, analect, surga, pengertian
Posted in Analect of Confusius | No Comments »
February 22, 2008 by yohanesimmanuel
Confusius berkata,”Orang yang berbudi mempunyai rendah hati dalam perkataanya dan kerja keras dalam perilakunya.”
Tags: analect, confusius, perilaku, philosophy
Posted in Analect of Confusius | No Comments »
February 20, 2008 by yohanesimmanuel
Confucius said: “When you see a good person, think of becoming like her/him. When you see someone not so good, reflect on your own weak points.”
My Comment:
Keluarga membentuk siapa diri kita, lingkungan membentuk karakteristik kita, tapi masalah mau dibentuk atau tidak adalah urusan kita sendiri. Ingat “pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik”, karena itu mari kita terus menerus merefleksikan tingkah laku kita.
Tags: analect, confusius, philosophy, refleksi
Posted in Analect of Confusius | No Comments »
February 19, 2008 by yohanesimmanuel
Bangsawan Ching dari Chi’i bertanya kepada Confusius mengenai pemerintahan.
Confusius menjawab, “Biarkan raja menjadi raja, menteri menjadi menteri, ayah menjadi ayah, anak menjadi anak.”
Bangsawan Ching berkata, “Excellent, betul sekali, jika raja tidak menjadi raja, menteri tidak menjadi menteri, ayah tidak menjadi ayah, anak tidak menjadi anak, walaupun kita punya makanan, bagaimana kita bisa makan?”
Tags: analect, confusius, negarawan, pemerintahan, philosophy
Posted in Analect of Confusius | No Comments »
February 18, 2008 by yohanesimmanuel
Hello, ini ada salah satu lagi tempat sampah untuk anda di WordPress.
Berhubung ini tempat sampah, jadi isinya ya sampah-sampah<bagi orang-orang tertentu>, harap tahan ya.
Seharusnya dan senormalnya salam wajib Hello World diletakan di awal tapi ternyata eh ternyata, siapa sangka ketika di delete di draft jadinya menghilang, jadi dengan terpaksa salam wajib Hello World saya taruh belakangan.
Untuk tahap pertama saya akan meng-introduce Analect of Confusius yang menurut saya sangat berbudi dan luhur, saya sangat berharap bahwa orang Indonesia(rakyat, politikus, pejabat sampai eksekutif, pokoknya semua) dan dunia bisa belajar meneladani sejarah, agar terjadi perubahan di bangsa yang kita cintai ini. Saya akan membahas satu artikel untuk satu hari(rencananya loh).
Sekian dulu dari saya. Terima Kasih telah membaca.
NB: Jika ada komentar, posting aja. Kalo komentarnya bagus nanti saya approve kok, kalo ngak hehehe…….. Peace.
Tags: iseng, pendahuluan
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
February 18, 2008 by yohanesimmanuel
Bangsawan Ai bertanya kepada Yu Zo, “Sudah satu tahun kita dilanda kelaparan dan tidak ada cukup uang untuk menjalankan pemerintahan ini. Apakah yang harus saya lakukan?”
Zo berkata, ” Kenapa kamu tidak menggunakan pajak 10 persen?”
Bangsawan Ai menjawab, “Dengan pajak 20 persen pun tidak memadai, apa yang bisa saya lakukan dengan pajak 10 persen?”
Zo berkata, “Jika rakyat berkecukupan, apa lagi yang seorang pangeran inginkan? Jika rakyat kekurangan, bagaimana mungkin seorang pangeran bisa puas”
Tags: philosophy, confusius, analect, negarawan, pemerintahan
Posted in Analect of Confusius | 2 Comments »
February 16, 2008 by yohanesimmanuel
Tzu Kung menanyakan tentang pemerintah.
Confusius berkata,”Perlu ada makanan yang cukup, senjata yang cukup, dan kepercayaan rakyat kepada pemerintahannya”
Tzu Kung berkata, “Jika kita terpaksa menyerahkan salah satu dari tiga hal diatas, mana yang harus didahulukan?”
Confusius berkata,”Serahkan senjatanya”
Tzu Kung berkata, “Jika kita tidak mempunyai pilihan selain menyerahkan yang dua tersisa itu, mana yang harus didahulukan?”
Confusius berkata,”Serahkan makanannya. Sejak dahulu, kematian tidak bisa dihindarkan, namun bila rakyat tidak mempunyai kepercayaan pada pemerintahnya, tidak ada apa-apa lagi yang bisa mereka pegang”
Tags: analect, confusius, kepercayaan, makanan, negarawan, pemerintahan, philosophy, senjata
Posted in Analect of Confusius | 1 Comment »